Blog kesehatan untuk anda

Senin, 31 Juli 2017

Pengertian Penyakit ASMA

Asma merupakan penyakit inflamasi saluran pernafasan yang bersifat kronis, dengan ditandai dengan peningkatan tahanan pada saluran pernafasan akibat oleh stimulus yang dapat berbagai macam. Manifest fisiologis berupa penyempitan dari saluran nafas dan penyembuhan sempurna setelah pengobatan, disertai gejala sesak, batuk dan mengi.

https://mustahabbah.blogspot.com/2017/07/pengertian-penyakit-asma.html

PREVALENSI DAN ETIOLOGI
Asma merupakan gangguan yang cukup sering di masyarakat dan memberikan efek sosial yang cukup besar. Angka kesakitan asma di dunia setiap saat semakin meningkat, tidak di ketahui apakah hal ini disebabkan perubahan iklim atau memang akibat peningkatan jumlah penduduk itu sendiri. Disebutkan bahwa angka kejadian asma terjadi sebanyak 4 – 5 % dari populasi. Di Amerika Serikat insidensi asma mencapai 13,9 juta penderita rawat jalan, 2 juta penduduk yang memerlukan bantuan emergensi, dan 423.000 penderita yang membutuhkan perawatan di rumah sakit.

Angka kejadian paling sering pada usia dibawah 10 tahun dan sisanya terjadi sebelum usia 40 tahun. Perbandingan laki dan perempuan adalah 2 : 1. Kelainan ini dipengaruhi oleh banyak faktor berupa genetik, lingkungan, pekerjaan, dan patogen.

Insidensi astma paling tinggi terjadi pada mereka dengan riwayat keluarga memiliki kelainan yang sama atau reaksi alergi lainnya baik akibat makanan, udara, ataupun debu yang terjadi terutama pada kulit. Tetapi pada sebagian kecil asma terjadi tanpa adanya riwayat keluarga dengan alergi.

PATOGENESIS
Reaksi asma disebabkan oleh akibat adanya pertahanan tubuh yang berlebihan terhadap benda asing. Apabila suatu alergen (penyebab asma) masuk ke saluran pernafasan dan melekat pada mukosa saluran nafas akan menyebabkan reaksi imunitas, dengan sel-sel darah putih seperti sel Mast, eosinofil adan limfosit. Sel-sel darah putih ini akan melepaskan zat-zat ke sekitar saluran nafas yang menyebabkan peningkatan permeabilitas dari pembuluh darah yang menyebabkan pengeluaran sel-sel darah putih yang lebih banyak disertai cairan ke jaringan yang menyebabkan bengkaknya saluran nafas. Selain itu kondisi ini diperberat oleh reaksi dari otot-otot saluran nafas yang berkontraksi menyebabkan penyempitan lebih hebat dan juga peningkatan produksi lendir di saluran nafas. Pada kondisi yang berlangsung lama dan berulang akan menyebabkan kekakuan dari saluran nafas tersebut.

Stimulus yang dapat menyebabkan asma dibagi menjadi tujuh katagori yaitu : allergen, farmakologi, lingkungan, pekerjaan, infeksi, olahraga, dan emosi.

• Allergen.
Sebagian stimulus asma alergen merupakan benda-benda yang dapat diterbangkan oleh angin. Ketika stimulus ini masuk ke dalam saluran pernafasan , akan segera di tangkap dan dikenali oleh sel imunitas (sel T) dan kemudian dengan adanya kerjasama dengan sel imunitas lainnya (sel B) akan menyebabkan pengeluaran antibodi (IgE) yang spesifik untuk jenis stimulus tersebut. Ketika pemaparan selanjutnya dalam jumlah yang mencukupi akan terjadi reaksi IgE dengan stimulus, menyebabkan bekerjanya sel-sel imunitas dalam jumlah besar dengan mengeluarkan zat-zat (leukotrien) yang pada akhirnya menyebabkan asma.

Asma yang disebabkan alergen biasanya bersifat musiman, sering terjadi pada anak-anak dan dewasa muda. Allergen yang tidak musiman dapat disebabkan oleh bulu binatang, kutu, debu dan jamur. Reaksi tubuh terhadap alergen hanya beberapa menit dan menyebabkan asma tetapi mengalami perbaikan dalam beberapa saat pula, tetapi reaksi lambat terjadi pada 6 – 10 jam mendatang. Reaksi yang disebabkan oleh reaksi lambat ini menyebabkan asma yang berat. Tidak semua individu dapat mengalami atau mengetahui adanya reaksi awal asma sehingga yang dikeluhkan adalah saat reaksi lambat.

Farmakologi
Obat-obatan yang berhubungan dengan asma paling sering adalah aspirin, pewarna, β-adrenergic antagonist, dan sulfat. Penggunaan aspirin dapat dikurangi reaksi alerginya dengan diberikan secara bertahap aspirin setiap hari, kondisi ini akan menyebabkan perubahan sensitifitas tubuh. Selain itu mereka yang memiliki alergi terhadap aspirin biasanya juga akan alergi terhadap sebagian obat anti-inflamasi non steroid.

Penggunaan obat β-adrenergic antagonist sebagai obat-obat vasodilator pada kasus hipertensi dan kelainan jantung atau juga pada pengobatan glaukoma terbukti meningkatkan angka kejadian asma. Penggunaan zat kimia golongan sulfat terutama pada makanan sebagai bahan pengawet juga terbukti dapat meningkatkan angka kejadian asma.

Polusi udara yang menyebabkan insidensi asma sangat bergantung pada kadar dalam udara, sehingga insidensi lebih sering pada daerah-daerah industri. Buangan industri yang dapat menyebabkan asma paling sering adalah ozone, natrium dioksida, dan sulfur dioksida.

• Pekerjaan
Faktor yang menyebabkan asma pada pekerjaan terjadi tidak hanya pada industri tetapi juga pertanian. Berdasarkan berat agen stimulus dapat dibagi menjadi dua yaitu beban ringan dan berat. Stimulus dengan beban berat seperti debu kayu dan debu sayuran (gabah, tepung, kopi,), debu obat-obatan (antibiotik, piperazine, dan simetidin), enzim (sabun cuci pakaian) dan debu dari binatang ternak. Stimulus dengan beban ringan seperti debu logam, plastik dan bahan kimia.

Bentukan khas dari alergen yang disebabkan oleh pekerjaan berupa keluhan yang tidak selalu asma, dapat berupa pilek, batuk mulai terasa pada akhir shift bekerja, dan bertambah pada saat penderita sudah pulang dan berangsur-angsur akan mereda. Pada saat penderita tidak bekerja untuk beberapa hari, maka selama itu pula keluhan tidak didapatkan.

• Infeksi
Infeksi pada saluran nafas juga memiliki peran besar dalam terjadinya asma. Pada anak kecil sering disebabkan oleh infeksi dari virus syncytial dan para influensa. Pada anak yang lebih dewasa asma sering disebabkan oleh virus influensa dan rhinovirus. Perkembangan virus dan bakteri pada saluran nafas akan menyebabkan pembengkakan dan mengawali penyempitan saluran nafas yang lebih hebat. Sistem yang terjadi hampir sama dengan proses asma lainnya, yaitu diawali dengan aktivitas dari sel T.

• Olahraga
Angka kejadian asma yang disebabkan oleh olahraga terbilang tinggi dibandingkan dengan penyebab infeksi. Perbedaan pada kondisi asma ini adalah, asma tidak akan lebih berat dari sebelumnya dan hanya terjadi pada saat olahraga saja. Hal yang mempengaruhi asma ini adalah kelembaban dan kehangatan udara yang masuk ke dalam saluran nafas. Dalam melakukan olahraga yang berat dimana pernafasan cepat dengan saluran nafas yang terbuka lebar, akan mengurangi adaptasi suhu dan kelembaban udara yang masuk ke dalam sistem pernafasan dan mencetuskan terjadinya asma. Olahraga pada udara dingin sangat memprovokasi timbulnya asma, sementara dengan penghatan udara akan mengurangi keluhan ini. Sehingga olahraga dalam udara yang hangat (dalam ruangan, menggunakan kolam hangat) lebih baik bagi penderita kelainan ini.

• Kondisi Emosional
Kondisi emosi seseorang dapat mencetuskan terjadinya asma. Diperkirakan kondisi ini dipengaruhi adanya rangsangan sistem vagal yang menyebabkan penurunan diameter dari saluran pernafasan.

GAMBARAN KLINIS
Terdapat tiga gejala khas asma yaitu batuk, sesak dan mengi. Walaupun terkadang tidak semua gejala ada, tetapi pada saat serangan penderita akan merasa penyempitan di dada disertai batuk. Pernafasan menjadi terdengar, mengi pada saat mengambil dan mengeluarkan udara menjadi jelas, pengeluaran udara menjadi lebih lama, pasien sering merasakan pernafasan yang cepat, peningkatan kerja jantung, bahkan tekanan darah tinggi.

Pernafasan terlihat berat di mana menggunakan seluruh otot dada, dan didapatkan nadi yang paradoxal. Gejala lain yang didapatkan hanya menunjukkan bahwa penderita dalam kondisi nafas yang berat, sehingga apabila diagnosa hanya di tegakkan dengan adanya mengi, sering terlewatkan kondisi asma ini.

Akhir dari serangan asma sering ditandai dengan batuk yang menghasilkan lendir yang tebal, berserabut, yang merupakan lendir yang berasal dari saluran pernafasan dalam. Dalam kondisi yang berat, suara mengi akan menghilang, batuk menjadi tidak efektif dan penderita akan bernafas seperti orang tenggelam. Kondisi ini menunjukkan adanya sumbatan yang hebat dari lendir, sehingga diperlukan bantuan mesin nafas, untuk menstabilkan pasien. Pada kondisi lain serangan asma dapat menyebabkan penyempitan dari paru, atau terperangkapnya udara di rongga paru atau dada.

Kondisi yang lebih jarang adalah penderita asma sering mengeluhkan batuk hilang timbul yang tidak produktif atau sesak saat aktivitas berat. Gejala akan hilang pada saat dilakukan pemeriksaan, tetapi apabila dipaksakan untuk bernafas dalam dalam beberapa waktu akan terdengar suara mengi dari sistem pernafasannya.

DIAGNOSA BANDING
Cukup mudah untuk mendiagnosa asma apabila kita melihat gejala yang timbul seperti di jelaskan sebelumnya. Diagnosa lain yang mungkin mengaburkan berupa sumbatan di saluran nafas bagian atas yang dapat disebabkan oleh adanya tumor, atau pembengkakan akibat trauma. Pasien dengan kondisi ini akan terdengar suara pernafasan yang kasar tetapi pada bagian yang tersumbat saja, tidak didapatkan mengi pada kedua paru.

Adanya mengi pada lokasi tertentu paru menunjukkan adanya sumbatan pada saluran nafas bagian akhir, yang paling sering disebabkan terhisapnya benda asing melalui mulut. Beberapa kondisi lain yang mungkin mengaburkan diagnosa asma adalah metastasis tumor ke paru, emboli paru, infeksi paru yang lama.

PENATALAKSANAAN
Menghindari penderita dari benda-benda yang dapat menyebabkan asma, dan penggunaan imunoterapi sebagai cara agar tubuh dapat beradaptasi dengan alergen tertentu mulai sering digunakan.

Penggunaan obat-obatan dengan cara menghambat kontraksi dari otot nafas dengan menggunakan β-adrenergic reseptor, metylxantin dan antikolinergik dan juga menggunakan obat yang mengurangi peradangan di saluran nafas seperti glukokortikoid, β2 agonist long acting, dan juga agar lebih baik penggunaan kombinasi kedua jenis obat.

Pada kondisi darurat penggunaan β-agonsit lebih dianjurkan diberikan dalam 20 menit melalui penguapan dan di ulang dalam 2-3 dosis.

Pengobatan untuk kondisi yang kronis bertujuan untuk mengurangi keluhan kronis terutama malam hari, mengurangi angka serangan, tidak ada batasan aktivitas, tidak mengganggu proses bekerja atau belajar, mencapai fungsi paru yang hampir normal, penggunaan obat yang semakin berkurang, dan efek samping obat yang lebih jarang. Pengobatan ini perlu di diskusikan dengan dokter keluarga, sehingga pengobatan akan lebih baik dan efektif.

ANGKA KEMATIAN DAN KESAKITAN
Angka kematian akibat asma sangat jarang. Prognosis penderita asma pun baik, karena serangan biasanya terjadi pada usia dini dan berkurang sejalan dengan bertambahnya usia. Angka kejadian asma terus meningkat dari tahun ke tahun terutama disebabkan oleh meningkatnya konsumsi rokok di masyarakat. `

Pengertian Penyakit ASMA Rating: 4.5 Posted by: MY BLOGGER